Friday, April 17, 2015

Kepribadian Seorang Leadpreneur

      Kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang Leadpreneur dapat dikelompokkan ke dalam akronim SUCCEED, yaitu Self-confident, Utilize, Cashflow, Spirit, Charismatic, Energetic, Empathetic, dan Drive.
      Seorang Leadpreneur harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi (Self-confident). Ia harus mengenali dirinya sendiri serta yakin akan pengetahuan, keterampilan, serta visi yang dimilikinya dalam rangka membantu mewujudkan cita-cita dirinya dan juga organisasi. Kepercayaan diri ini harus ditunjukkan terutama pada saat pengambilan keputusan. Tidak jarang seorang Leadpreneur sebagai pemimpin harus membuat keputusan dalam waktu cepat berdasarkan informasi yang tidak sempurna guna mengajar momentum. Jadi, keputusan yang diambil merupakan gabungan antara informasi yang relatif tidak lengkap dengan intuisi. Agar dapat melakukan hal ini, maka seorang pemimpin juga harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini menjadi penting karena meskipun seorang pemimpin memang harus mendengarkan semua informasi, saran, serta pemikiran yang ada, namun tidak boleh membiarkan semuanya menggantung. Ia harus membuat keputusan dengan sebuah beban mental bahwa kalau nanti keputusannya salah ia akan ikut dipersalahkan. Jangan sampai terjadi seorang pemimpin tidak berani mengambil keputusan karena khawatair dengan risiko yang dihadapi.
      Seorang Leadpreneur harus pula membekali dirinya dengan kemampuan memanfaatkan (Utilize) secara optimal segala potensi serta sumber daya yang dimiliki, seperti kekuatan pribadi, sumber daya manusia, finansial, infrastruktur, dan sebagainya demi tercapainya visi, misi, tujuan, serta sasaran perusahaan.
      Cashflow Spirit berarti seorang Leadpreneur harus mengoptimalkan usahanya guna menghasilkan arus kas yang maksimal, bukan hanya mengejar laba semata. Arus kas dalam jumlah yang memadai sangat penting guna membiayai kelancaran aktivitas operasional dan investasi perusahaan.
      Biasanya seorang Leadpreneur adalah seorang yang karismatik (Charismatic), yang dapat “mempesona” orang lain. Hal ini bukan berarti seorang Leadpreneur identik dengan kemampuannya untuk berbicara dengan berapi-api. Pemimpin yang efektif tidaklah dapat diukur dari kepiawannya berorasi. Yang jauh lebih penting adalah kepemimpinan melalui kesederhanaan dan kerendahan hati serta pola pikir yang dianutnya, bukan dari segala bentuk atribut lain yang disandangnya. Secara umum pemimpin biasanya lebih dikenal karena inspirasi yang ditelurkan dari prinsip-prinsip hidup yanh dijalani.memang tidak mudah bagi seorang Leadpreneur untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin ideal. Tetapi ia selalu berusaha untuk melakukannya dengan baik, sehingga akan membantunya tumbuh menjadi pemimpin yang tangguh dan berkarakter.
      Di samping karisma, Leadpreneur adalah seseorang yang antusias, selalu penuh dengan semangat setiap kali melakukan sebuah pekerjaan serta memiliki stamina (Energetic). Ia harus menjadi sumber energi bagi karyawan yang dipimpinnya.
      Bagian dari SUCCEED berikutnya adalah Emphatic. Emphatic berarti kemampuan mengidentifikasi serta memahami situasi, perasaan, serta motif yang dimiliki oleh orang lain. Untuk itulah seorang Leadpreneur harus menjadi pendengar yang baik bagi para pengikutnya. Para pengikut ini harus dibesarkan hatinya. Kepala mereka yang tertunduk harus ditegakkan guna menumbuhkan perasaan optimis, dan semangat yang positif harus dipompakan sehingga para pengikutnya tidak larut dalam kesedihan akibat kesulitan dan kegagalan yang menimpa.
      Jika pemimpin saja tidak mempunyai spirit yang tinggi, tidak punya optimisme yang tinggi, bagaimana bisa dia bisa memberi semangat kepada orang lain? Dan keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh bagaimana dia menularkan semangat itu kepada pengikutnya.

      Terakhir adalah Drive, yakni kemampuan menggerakkan orang lain untuk secara bersama-sama berjuang mewujudkan mimpi serta mencapai tujuan organisasi. Seorang Leadpreneur harus mampu menggerakkan orang lain agar mereka melakukan hal-hal yang tidak diwajibkan sekalipun dengan penuh semangat. Bukan karakter seorang penguasa yang memaksa orang lain melakukan sesuatu dengan menebarkan ketakutan. Bila seorang pemimpin didukung oleh pengikut yang memiliki daya juang serta dedikasi yang tinggi, maka kemungkinan besar ia dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Pemimpin yang baik selalu berupaya membantu orang yang belum mampu bekerja menjadi orang yang mampu bekerja dengan baik. Atau bahkan membantu yang sebelumnya sudah bekerja dengan baik, menjadi orang yang mampu bekerja lebih baik lagi. Keberhasilan seorang pemimpin memimpin orang lain, tidak bisa lepas dari keberhasilannya memimpin dirinya sendiri sehingga orang-orang yang dipimpinnya pun dapat diandalkan dan tetap mengikutinya hingga kapan pun dan dalam situasi apa pun.

Sumber: Susanto, A. B.. 2009. Leaderpreneurship dalam Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga.

0 comments:

Post a Comment