Wednesday, January 30, 2013

Salahkah?



Menyendiri dalam kesunyian bukanlah hal yang buruk bagi diriku ini. Sering rasanya diriku menyendiri dalam beberapa kesempatan. Entah di sekolah, di rumah, di masjid, dll. Bisa dikatakan itu salah satu hoby diriku, menyendiri. Tahukah mengapa menyendiri itu salah satu hoby ku? Karena dengan menyendiri, terasa begitu menyenangkan, dimana hanya diriku dan ALLOH SWT. seperti quality time.

Menyendiripun dapat membuat diriku memuhasabah tentang apa yang dilakukan, baik positif atau negatif sekalipu. Dengan menyendiri juga, diriku terjauh akan hal-hal yang membuat pertengkaran batin dengan lingkungan sekitar yang tak mendukung diriku untuk menggapai surga-Nya.

Salahkah diriku? Jika dengan menyendiri bisa menahan diriku sendiri. Dengan menyendiri diriku bisa curhat dengan-Nya setiap waktu. Dengan menyendiri diriku bisa menjadi mandiri. Namun diriku menyendiri bukan berarti tidak berinteraksi sama sekali dengan orang-orang sekitar.

Diam. Ya, diampun selalu mendampingin kesendirianku. Entah mengapa akhir-akhir ini diriku memilih untuk diam. Ya, mungkin ini jawaban atas doaku. Bahwasanya diriku hanya ingin menjadi seseorang yang diam, namun setiap ia berbicara selalu ditunggu jawabannya. Subhanalloh.. semoga aku menjadi salah satu golongan hamba seperti itu, aamiin Yaa Rabb..

Diamku juga ingin agar diriku terhindar dari hal-hal yang rasanya sia-sia saja. Seperti banyak berbicara yang sebenarnya tak bermutu, seperti tong kosong nyaring bunyinya, naudzubillah.. diamku juga ingin mengadopsi, bahwasanya jika berbicara itu perak, maka diam itu emas. Semoga saja mengerti akan maksudku.. aamiin… semoga ada pelajaran dan hikmah disetiap apa yang terjadi pada diriku dan saudara-saudaraku, aamiin Yaa Mujib…

Izinkan diriku menjadi muslimah!



Termenung diri ini dalam kesunyian malam. Namun aku tetap merasa bahagia, karena ALLOH SWT selalu menemaniku, termasuk saat ini. Diriku berpikir dan memuhasabah diri. Sampai mana pencapaian tugas ku sebagai khalifah dan apa saja yang telah aku lakukan, baik yang positif ataupun negatif.

Terpikir, tentang pandangan orang lain terhadapku. Diriku memang merasakan hal yang orang lain anggap itu aneh. Ya, sifat cuekku. Mungkin ada hal yang bisa di ambil dari sikap ku ini. Yaitu diriku ingin melakukan sesuatu yang diriku maksud (menjaga hijab) dan karena memang sifatku yang cuek ini turunan bahkan gen asli (hehehe).

Izinkan aku menjadi muslimah. Ya, inilah alasanku mengapa aku bersikap cuek terhadap beberapa hal, yang dapat merusak hijab ku. Baik hijab fisik, apalagi hijab hati. Sungguh, aku ingin menjadi muslimah, yang jauh dari hal yang dapat merusak imanku, terkhusus hati ku ini. Yang lemah, yang terancam dan berbahaya setiap kapanpun dan dimanapun.

Aku ingin menjadi muslimah yang hatinya selalu berdzikir dan selalu kepada-Nya, memaksimalkan pemikirannya untuk kepentingan dunia maupun akhirat, yang selalu menjaga hatinya teruntuk sang jodoh yang ALLOH SWT siapkan, yang menjadi inspirasi untuk orang-orang terdekatnya, yang menjadi anak solehah untuk kedua orang tuanya, yang menjadi penyejuk bagi orang-orang di sekitarnya, yang memberikan keceriaan setiap saat, dll.

Sungguh, aku  ingin menggapai semua itu berawal dari sikap cuekku terhadap sesuatu yang dapat menjerumuskanku. Cuekku ini adalah diamku dalam berpikir. Izinkan kali ini diriku untuk mengalami dan menjalani proses sebagai muslimah. Bisa dibilang hati ini mudah terpengaruh. Maka dari itu, do’akan diriku ini, agar selalu diberkahi, diridhoi, dirahmati oleh ALLOH SWT. kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun keadannya. Begitupun dengan saudaraku yang lainnya. Semoga semuanya dapat mengerti.. aamiin..