Monday, June 23, 2014

Hakmu dari Ku

            Seperti di posting sebelumnya, bahwa hidup kita di dunia ini hanya untuk “Singgah” sementara, mencari bekal dan tiket untuk di Syurga nanti. Dunia ini fana, tak lama. Hanya beberapa jam saja jika dibandingkan dengan kampung akhirat. Pernah kah berfikir, jika dunia ini saja hanya sebentar, apalagi dengan umur kita?
            Adikku, kini engkau sudah menginjak masa dewasa. Sudah saatnya engkau menetapkan kendaraan yang akan kau pakai untuk melalui perjalanan hidup ini. Kini, sudah bukan saatnya lagi kau mencari, memilih-milih apalagi mencoba-coba kendaraan yang akan kau pakai. Tapi, sudah saatnya kau tentukan yang mana kendaraan yang akan kau pilih, bahan bakarnya berapa banyak, bekalnya apa saja, siapa saja yang mengendarainya, petanya ke arah mana dll.
            Masamu kini masa dimana perjalanan yang sesungguhnya telah dimulai. Ku yakin, bahwa saat ini sebenarnya engkau telah memiliki pilihan mana yang akan kau pilih. Namun di hati mu, masih saja ada keraguan yang mengganjal, ketidak percayaan akan pilihan atau bahkan masilh ada pengaruh-pengaruh lain yang sebenarnya itu hanya ujian saja bagi dirimu. Percayalah adikku, bahwa hati mu yang terdalam adalah sebaik-baik jawaban. Hatimu tak pernah bohong, jangan sampai kau terhasut oleh keraguan mu yang tak ada apa-apanya.
            Ku tau engkau bingung mana yang harus kau pilih. Tetapi bukankah kau memiliki Sang Pemberi Rahmat? Bukankah Ia adalah pencipta mu? Mengapa tidak kau meminta jawaban pada-Nya jika kau benar-benar bingung? Mengapa kau masih mengharapkan jawaban “makhluk” yang tidak ada apa-apanya, lemah, tak memiliki kekuatan apapun? Sudahlah, akhiri saja pengharapan yang berlebihan pada makhluk, karena diriku pun pernah merasakannya. Bahwa berharap lebih pada makhluk itu hanya akan menimbulkan kekecewaan, ketidak puasan dan sia-sia saja. Seperti membuang waktumu yang singkat di dunia ini. Naudzubillah..

Ini bukan apa-apa, tidak ada apa-apanya. Ini hanya sebagai pengingat untuk semuanya atau sekedar penyindir saja atau mungkin hanya bacaan saja ketika ada waktu luang. Ingat, tak ada yang sia-sia ketika kita menghabiskan waktu pada kegiatan yang positif menurut Alloh SWT. Karena salah satu hak muslim dari saudaranya yaitu, saling mengingatkan dalam kebaikan juga menasehati satu sama lainnya. Wallohu alam..

Saturday, June 21, 2014

Karena Mereka, Begitu Berharga

Berapa banyak tetesan keringat yg dikeluarkan org tua utk anakny ya?
Atau berapa banyak kesakitan & perjuangan yg diterima & dilalui oleh org tua utk membahagiakan anaknya ya?
Dulu, ketika ad mabim organisasi d jurusan maru disuruh berjualan d CFD Dago, termasuk saya. Trus saya dkk menjual suatu brg tertentu.
Dan setelah selesai, hanya ad 1 hal dalam pikiran saya. Tau apa? Orang tua..
Saya rasa ini hikmah yg saya dapat dan paling ngena sampai sekarang. Terpikir di kepala, terukir di hati.
Yaitu, berapa lama org tua harus bekerja hanya utk mendapatkan rupiah demi kehidupan keluarga >> terutama anaknya << ?
Berapa tetes keringat yg dikeluarkan oleh tubuh mereka utk bekerja dan berusaha?
Berapa lama mereka harus melangkah, berjalan dan bersabar dlm bekerja? Apalgi dlm cuaca yg "ekstrim"
Belum lagi, suasana hati, fikiran dan fisik yg berbeda-beda setiap harinya. Harus menahan ngantuk, lapar, haus dll.
Juga penerimaan org itu akan berbeda-beda terhadap apa yg mereka kerjakan. Pengorbanan yg besar.
Maha Besar Alloh SWT dgn segala kuasa-Nya, rencana-Nya dan ke Maha"an-Nya, yg telah memberikan, mengkaruniakan, menitipkan mereka.
Mereka, 2 sosok makhluk, yg tak akan pernah terganti kedudukan utamanya dlm hati, hati yg terdalam, tak tersentuh oleh yg lain sedikitpun.
Yaitu, mereka yg melahirkan, mengajari, menghidupi, menyayangi, membimbing dll dlm kehidupan utk duniawi, apalagi akhirat.
Dan, mereka sering disebut oleh orang-orang yaitu Orang Tua. Tapi, saya lebih mengenal mereka, Papah dan Mamah. Malaikat" dr Syurga. :)

Balasan terbaik dan paling pantas ialah >> Syurga Firdaus. Paling tinggi diantara Syurga" yg lainny.

Sunday, June 15, 2014

Temu Sahabat

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan kau dustakan?” mungkin itulah sepenggal makna yang mengawali cerita hari ini.
Sahabat adalah siapa saja yang dekat denganmu, baik secara pemikiran atau hati. Yang mana, mereka hadir untuk kita dikala apapun juga, sedih, susah, senang, gembira dll. Sahabat adalah salah satu pelengkap dalam kehidupan juga sebagai pemberi warna dalam setiap perjalan kita juga cerita-cerita dalam hidup kita.
Mungkin, bisa jadi sahabatmu adalah gambaran dari dirimu. Itulah salah satu pepatah yang selalu saya ingat mengenai sahabat.
Hari ini, Alhamdulillah dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang sudah berhubungan selama 7 tahun lamanya. Sahabat-sahabat ini dipertemukan pertama kali oleh Alloh di SMP Negeri 1 Cihaurbeuti.
Sahabat-sahabat ini terdiri dari 4 orang. Raima, Ine, Yuna dan Dinda. Kami bersahabat semenjak kelas 7 di SMP. Banyak cerita mengenai kami, dari cerita yang biasa-biasa saja, sampai yang luar biasaaa..
Alhasil, setelah beberapa bulan lamanya tidak bertemu, tadi kami bertemu dengan personil yang komplit. Memang, terlihat beberapa perubahan dari masing-masing sahabat saya, begitupun dengan saya sendiri. Ada yang semakin dewasa, ada yang tetap galau saja, ada yang makin cantik dandannannya, ada juga yang biasa-biasa saja (saya) hehe.
Memang, tidak mudah untuk tetap menjalin persahabatan ini, apalagi masing-masing dari kami memiliki kesibukan masing-masing. Tak hanya itu, jarak pun sebenarnya salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam persahabatan ini. Tapi Alhamdulillah, hingga saat ini kami masih baik-baik saja.
Mungkin, dari setiap kita memang berbeda, dan itulah tujuan persahabatan ini, utuk melengkapi satu sama lain. Dahulu kita memulai semuanya dari 0, dan sekarang kita juga sudah memilih masing-masing jalan kita. Percayalah, tidak ada jalan yang tidak ada tantangannya. Mungkin ada yang merasa berat dengan cobaan yang diterima, tapi percayalah sahabat, tak ada masalah tanpa solusi dan tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan.
Semoga, setiap do’a kita ada terselip nama-nama untuk persahabatan kita. Semoga persahabatan ini sampai di Surga-Nya, dan dapat menjadi penambah kebaikan untuk kita. Aaamiin Yaa Rabb..

Tuesday, June 3, 2014

Dream

Mimpi adalah sesuatu yang tidak pernah kau lepas dari genggamanmu. Itulah kata-kata yang masih terkiang saat ini tak kala saya sudah menonton sebuah drama korea yang berjudul Dream High. Drama ini berkisahkan tentang 6 pelajar yang ingin meraih mimpinya dengan jalan dan cara mereka masing-masing. Begitupun dengan latar belakang dari masing-masing pelajar berbeda. Karakter yang paling saya sukai yaitu Sam Dong.
Alasan mengapa saya menyukai karakter Sam Dong karena dia begitu gigih akan apa yang diinginkannya dengan cara berusaha yang sangat optimal, sehingga pada akhirnya diantara pelajar yang lain, dialah yang dianggap paling berhasil karena dia bisa menembus dunia internasional sesuai dengan apa yang dia inginkan. Walaupun di tengah perjalanan, dia mengalami beberapa kali jatuh, tapi pada akhirnya dia bangkit lagi hingga mendapatkan impiannya. Dan dibalik itu, dia pun harus membayar keberhasilannya dengan kesendirian, kesepian dan kesunyian yang ia hadapi ketika maju satu demi satu menghampiri mimpinya.
Menyinggung tentang mimpi atau impian setelah saya menonton drama tersebut beberapa kali, saya jadi bertanya pada diri saya sendiri, sebenarnya apa yang kamu impikan dalam hidup ini? Mimpi apa yang ingin kau raih saat ini dan di masa yang akan datang? Pertanyaan-pertanyaan ini seolah terus membayangi saya. Dan saya pun sebenarnya ingin sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Temam, pernahkah anda mengalami apa yang saya alami? Bertanya tentang mimpi dan impian yang ingin anda raih? Tidakkah kita dalam hidup ini memiliki sesuatu yang ingin dicapai?
Saya berpendapat, bahwa impian atau mimpi sama dengan visi. Visi adalah sesuatu yang ingin kita capai, baik dalam jangka pendek ataupun dalam jangka panjang. Dalam mencapai tujuan tersebut, tentu tidaklah mudah dan penuh dengan rintangan. Sebenarnya saya lebih merasakan rintangan yang paling berat itu yang datang dari diri saya. Ketidak percayaan terhadap kemampuan, rasa malas atau ketidak mampuan diri untuk mengendalikan hawa nafsu (terutama makan dan jajan) hehe..
Mimpi, saya rasa setiap orang pasti memiliki mimpi yang berbeda-beda. Mimpi itu pasti yang membuat motivasi hingga saat ini bertahan.

Semoga saya dan anda dapat mewujudkan mimpi, meraih mimpi dan mendekat pada mimpi hingga mimpi itu ada dalam genggaman..