Tuesday, December 31, 2013

Pergantian Tahun

Mendung menemani sore ku. Juga ditemani dengan dercakan air dari kamar mandi, menegaskan bahwa adikku sedang mandi. Gemuruh angin dari kipas menemaniku juga tayangan tahun baru mengantarkan ku untuk menulis disini.

Hura-hura nampaknya tema dari beberapa kegiatan kebanyakan pada hari ini. Di twitter, d fb, juga di berita-berita banyak sekali yang mengabarkan atau membicarakan tentang “tahun baruan”. Sebenarnya agak aneh juga sih, fenomena ini seolah hal yang menjadi kewajiban saat terjadinya pergantian tahun masehi. Tahukah anda, apa esensi yang syar’i untuk melakukan “malam tahun baruan” di tahun baru masehi dengan berhura-hura ria? Apakah ini kebudayaan atau kebiasaan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW?

Jawabannya, tidak!! Budaya tahun baruan dengan sikap hura-hura merupakan hal yang tidak perlu kita lakukan. Mengapa? Karena islam tidak mengajarkan seperti itu, karena termasuk hal yang sia-sia, dan kebudayaan tersebut datang dari budaya barat yang ingin menghancurkan pemuda/i atau generasi penerus islam.

Justru dari beberapa ustad yang kultweet d twitter berkata, lebih baik kita merayakan malam tahun baru dengan malam muhasabah. Alasannya? Karena saat tahun baru masuk, maka amalan pun istilahnya memasuki tahun yang baru, yang masih bersih. Dan kita memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Esensinya lebih baik dari pada kita merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura yang gak jelas bahkan menimbulkan kemaksiatan. Naudzubillah..

Allah SWT, lindungi kami, keluarga kami, saudara-saudara kami dari sikap kesia-siaan yang dapat melenakan kami dan menjauhkan kami dari-Mu, Yaa Rabb.. aamiin

Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dari marabahaya dunia, aamiin..

0 comments:

Post a Comment